|
|
Home EoF News Riau Police gain support from formal, informal leaders
|

|
|
Polisi Riau Mendapat Dukungan dari Pimpinan Formal, Informal |
|
Tuesday, 13 March 2007 |
|
Kapolda Riau Brigen Sutjiptadi kepada Forum Pemimpin Masyarakat Riau (FKPMR) di Pekanbaru pada akhir pekan bahwa pihaknya telah menahan 140 tersangka pembalakan liar di sepanjang tahun2007.
"tersangka yang kami tangkap tidak hanya pelaku lapangan, tetapi juga beberapa staf Dinas Kehutanan yang melakukan konspirasi dengan pihak perusahaan," yang dikatakan Ketua dalam dialog dengan tokoh masyarakat seperti dikutip oleh harian Media Indonesia.
Untuk memberantasan pembalakan liar perusahaan adalah target utama yang harus dicapai oleh polisi, Sutjiptadi diminta peran aktif pemimpin informal untuk mendukung dan berbagi informasi yang diperlukan.
Sementara itu, Lembaga Adat Melayu Riau, sebuah asosiasi orang Melayu pribumi, berjanji memberikan dukungannya kepada polisi dan melakukan tindakan keras untuk memerangi pembalakan liar di provinsi tersebut.
"Illegal logging jelas melanggar undang-undang yang ada dan mendatangkan kerugian kepada orang-orang," kata Aliarsyam, Ketua LAM Riau yang menduduki Perlindungan dan Advokasi Hukum Adat Masyarakat,harian Bisnis Indonesia melaporkan pekan terakhir.
Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Sutanto mengatakan dalam sidang di DPR bulan terakhir yang dicurigai polisi baik PT Riau Andalan Pulp & Paper / April dan PT Indah KIAT Pulp & Paper / APP diduga perusahaan melakukan kejahatan hutan di provinsi tersebut. (lihat Berita EOF 26 Feb 2007)
Tindakan hukum yang diambil oleh kepolisian Indonesia terhadap kedua perusahaan pulp dan paper di Riau menimbulkan reaksi dan komentar dari kedua belah pihak pro dan kontra. Laporan mengatakan beberapa anggota parlemen di Jakarta dan Riau, serta Menteri Kehutanan didakwa polisi yang telah salah tafsir dalam penerapan hukum kehutanan untuk memeriksa April dan pabrik APP.
Ratusan pekerja dari Pekanbaru yang bekerja di perusahaan kayu, PT Asia Forestama Raya, secara bertahap pada awal bulan ini untuk memprotes tindakan hukum yang dilakukan oleh polisi terhadap perusahaan pulp. Mereka mengatakan serangan di dua pabrik mereka akan menangguhkan operasi perusahaan dan mata pencaharian mereka terancam.
Polisi bersikeras bahwa penyelidikan ke perusahaan yang melakukan kejahatan hutan akan berjalan meskipun adanya gelombang protes. Beberapa LSM termasuk WALHI (Friends of the Earth Indonesia) juga mendukung tindakan yang diambil oleh polisi.
Polisi mengatakan kepada Gubernur provinsi Riau secara Resmi mendukung tindakan hukum yang dilakukan oleh polisi untuk menyelidiki kedua perusahaan pulp.
Dalam pemeriksaan untuk menanggulangi kejahatan polisi baru saja melakukan beberapa peraturan dan undang-undang yang terkait dengan kehutanan akan diterapkan untuk menangkap pelaku yang diduga terlibat termasuk supir truk, pejabat Dinas kehutanan dan staf perusahaan.
"Saya dibantu oleh lima penyidik dari Markas Polisi Republik Indonesia yang pernah berkunjung ke Riau," Sutjiptadi berkata kepada pers seperti dikutip oleh harian Kompas. Ia berjanji untuk mengambil tindakan keras untuk menghukum jika ada anggota polisi yang terlibat dalam suatu kejahatan hutan.
Humas RAPP Nandik Supriyono manajer berkata pihaknya mengizinkan penegak hukum untuk menyelidiki kasus "gilingan masih berjalan." Sementara, Nazaruddin, manajer IKPP PR kepada majalah Tempo berkata: "Kami percaya dengan aparat penegak hukum dan pemerintah akan melakukan yang terbaik ."
|
|

|
|
|