|
|
Home EoF News Investigative Report February 2007 released, APP still destroys forest
|

|
|
Laporan Investigasi Februari 2007, APP Masih Merusak Hutan |
|
Monday, 25 June 2007 |
|
Pekanbaru (EOF News) - Eyes on the Forest, sebuah koalisi dari tiga LSM lingkungan di Riau, Sumatra membuat laporan Investigasi yang dilaporkan pada Februari 2007. EOF Investigasi menemukan Asia Pulp & Paper (APP) terlibat dalam operasi konsesi hutan di blok hutan Kerumutan,laporan akan terus dilanjutkan hingga edisi November 2006.
Dalam investigasi ini EOF menemukan bahwa sekitar 3.000 hektar hutan alam telah dibabat habis oleh PT Arara Abadi, anak perusahaan APP, bersama dengan kontraktor lainnya. Pada bulan November 2006 perusahaan yang membabat habis hutan alam di wilayah konsesi seluas 2.000 ha.
EOF menganggap operasi ini diduga ilegal serta menghancurkan potensi Hutan yang bernilai Konservasi Tinggi (HCVFs) meskipun pemerintah telah menyetujui perpanjangan lisensi yang membagi menjadi dua konsesi system pengelolaan silvikultur, APP akan meresponnya yang akan dilaporkan pada November 2006.
EOF sangat mengimbau kepada semua pemegang konsesi yang terlibat, PT Mutiara Sabuk Khatulistiwa, serta APP untuk segera menghentikan penebangan kayu mereka dan pengoperasian sumber kayu dapat mencegah pertanyaan kliring dari hutan alam yaitu: (1) masih dalam kondisi baik, dan (2) di tanah rawa lebih dari 3m.
Pengembangan industri perkebunan kayu (HTI) di konsesi tetap dipertanyakan legalitas karena untuk melakukannya mitra APP harus memenuhi kriteria dari EOF yang mana hutan alam harus dalam keadaan baik dilihat dari foto satelit.
EOF juga sangat mengimbau APP untuk bekerjasama dengan LSM lokal untuk melakukan penilaian HCVF serta menggambarkan semua HCVF sebelum adanya penebangan kayu dari hutan alam di konsesi PT Mutiara Sabuk Khatulistiwa.
APP merespon temuan EOF bahwa PT MSK yang beroperasi di Kerumutan diberikan persetujuan olah pemerintah, namun perusahaan masih gagal memenuhi syarat ekologi yang disebutkan sebelumnya. respon APP yang tidak menjawab temuan EOF pada aspek lingkungan, maka koalisi sangat menghimbau APP bahwa operasi sumber kayu seperti itu tidak diduga ilegal dan tidak memusnahkan potensi HCVFs.
|
|

|
|
|