News (9)

/ EoF Press Release

EoF dukung sanksi denda UUCK, tidak mengampuni kebun sawit dalam Kawasan Hutan

PEKANBARU, 1 September 2022 – Koalisi Eyes on the Forest mendukung penyelesaian kebun sawit ilegal dalam kawasan hutan melalui UU Cipta Kerja dengan mengusung asas berkeadilan dan transparan, sehingga tidak ada pihak mengklaim adanya pengampunan bagi korporasi sawit seperti dilansir dalam berbagai laporan media pekan lalu.

/ EoF Press Release

Koalisi EoF apresiasi Menteri LHK atas penolakan sawit jadi tanaman hutan

PEKANBARU, 08 Februari 2022 – Koalisi Eyes on the Forest menyampaikan apresiasi kepada Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar atas penolakan ide sawit menjadi tanaman hutan. ''Aturan Pemerintah tegas, bahwa sawit bukan tanaman hutan dan tidak ada rencana untuk itu [revisi peraturan],” demikian dinyatakan MenLHK dalam cuitannya, Senin (07/02/2022).

/ EoF Press Release

Nama-nama yang untung membeli sawit bahkan dari taman nasional dan yang lepas dari jeratan hukum – jika sawit jadi tanaman hutan

PEKANBARU, 30 NOVEMBER 2021 – Sudah bukan rahasia lagi banyak nama pemain industri sawit, mulai dari pabrik kelapa sawit, perusahaan perkebunan hingga pemasok crude palm oil (minyak sawit mentah) terlibat dalam skandal rantai pasokan produk sawit tercemar, dari lokasi penanaman hingga konsumen minyak sawit di dunia.

/ EoF Press Release

Kenapa sawit tidak layak jadi tanaman hutan – sawit dalam hutan dan ancaman kepunahan lokal satwa liar

PEKANBARU, 26 NOVEMBER 2021 – Temuan Eyes on the Forest selama 17 tahun mendapati dampak buruk praktek korporasi perkebunan kelapa sawit bagi hutan alam, dan keanekaragaman hayati. Dari temuan EoF menjelaskan kenapa komoditi kelapa sawit layak ditolak jadi tanaman hutan seperti usulan Yanto Santosa, Guru Besar IPB University beserta akademisi sehaluan dengannya.

/ EoF Press Release

Seminar Nasional “Sawit Sebagai Tanaman Hutan di IPB,” Forum Akademis untuk Merusak Hutan

Pekanbaru, 25 November 2021–Koalisi Eyes on The Forest (EoF) mengecam penyelenggaraan Seminar Nasional “Permasalahan, Prospek dan Implikasi Sawit Sebagai Tanaman Hutan” yang bertentangan dengan tekad Pemerintah Indonesia untuk berkontribusi mengurangi ancaman krisis iklim (climate crisis) dan menahan laju deforestasi.

/ EoF Press Release

Eyes on the Forest: Companies should take immediate actions to stop sourcing from illegal oil palm plantations and start paying for the past damages

PEKANBARU, INDONESIA, 3 JUNE 2021 -- A new report published by the Eyes on the Forest (EoF) coalition today reveals that only 14% (0.8 million ha) of oil palm plantations in Indonesia’s top palm oil producing province, Riau, can be considered legal. EoF advises buyers that the remaining 86% of Riau’s oil palm plantations must be considered illegal until detailed field verification has proven otherwise.

/ EoF Press Release

Koalisi EoF: Perusahaan harus bertindak cepat hentikan pengambilan dari kebun sawit ilegal dan mulai membayar kerusakan di masa lalu

PEKANBARU, 3 JUNI 2021 – Laporan investigasi terkini diterbitkan koalisi Eyes on the Forest hari ini yang mengungkapkan hanya 14% (0,8 juta hektar) kebun sawit di Provinsi Riau –penghasil produk sawit terbesar di Indonesia—yang bisa dianggap legal. EoF menyarankan para pembeli produk sawit bahwa 86% kebun sawit Riau harus dianggap ilegal, hingga verifikasi lapangan rinci bisa membuktikan hal sebaliknya.

/ EoF News

Gubernur akan tertibkan sawit ilegal, ketika Menhut disebut

Gubernur Riau Syamsuar bertekad akan mengambil tindakan tegas terhadap perkebunan kelapa sawit ilegal yang ada di Provinsi Riau, khususnya yang berada dalam kawasan hutan. Hal tersebut ia ungkapkan dalam rapat tertutup di kantor Gubernur Riau pada Rabu (12/8).

/ EoF Press Release

Cukup sudah: Setelah delapan tahun janji-janji “nol deforestasi,” industri sawit masih menghancurkan hutan

Buah sawit dari kebun yang secara tidak prosedural atau ilegal dikembangkan di dalam Kawasan Hutan dan termasuk kawasan konservasi yang merupakan habitat satwa liar langka terus mencemari minyak sawit yang memasuki rantai pasok dari 24 pedagang dan merek global, padahal mereka telah membuat komitmen nol deforestasi.